ANALISA PERBANDINGAN NILAI EKONOMI TEBU DAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA TEBU MENGGUNAKAN TRICHOGRAMMA SPP SEBAGAI MUSUH ALAMI HAMA DI KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI
Keywords:
Tanaman Tebu, Penggerek Tebu, Trichogramma spp, Peningkatan Nilai EkonomiAbstract
Setiap tahunnya kebutuhan gula di Indonesia selalu meningkat sehingga peluang bisnis untuk komoditas tebu sangat menjanjikan bagi petani tebu. Tersedianya lahan subur serta kebutuhan penunjuang seperti air dan pupuk yang melimpah , dapat meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi tanaman tebu. Namun masih terdapat beberapa hal yang dapat merugikan petani dalam berbudidaya tanaman tebu , yaitu adanya serangan hama penggerek. Serangan dari hama ini dapat menurunkan produktivitas dan nilai ekonomi. Oleh karena itu harus segera dilakukan penanganan hama. Salah satu cara penanganan hama ialah dengan cara penggunaan musuh alaminya yaitu serangga Trichogramma spp. dipilihnya Trichogramma spp sebagai agen penananganan hama karena sifatnya yang ramah lingkungan, tidak merusak ekosistem serta biayanya yang murah. Karena minimnya informasi serta pengetahuan dalam pengaplikasian Trichogramma spp ,menyebabkan produktivitas dan nilai ekonomi dari usaha petani tebu masih belum maksimal. Maka dari itu, untuk memaksimalkan usaha tani tebu, informasi terkait pengaplikasian Trichogramma spp sebagai musuh utama hama penggerek sangastlah penting sehingga akan dapat meninkatkan produktivitas tebu sebanyak 11% dan nilai ekonomi sebanyak Rp 31.665.250 per hektarnya.
References
Achadian,E. M. Dan D. Pramono. 2000. Upaya Peningkatan produktivitas dan kualitas dalam pembiakan Trichogramma spp di Laboratorium. Berita no 27. Pasuruan: P3GI.
Achadian, E. M. Dan D. Pramono. 2006. Pedoman Pembiakan Trichogramma spp. Seri pedoman P3GI no 25, Pasuruan: P3GI.
Achadian, E. M. 2013. Pembiakan Masal Trichogramma spp Musuh Alami Hama Penggerek Pucuk dan Batang Tebu di Indonesia . Pasuruan: P3GI.
Achadian, E.M., A. Kristiani, R.C. Magarey, N. Sallam, P. Samson, F.R. Goebel, dan K. Lonie. 2011. Hama dan Penyakit Tebu. Buku Saku. Kerja Sama P3GI dengan BSES Limited, Australia dan ACIAR.
E-Paper Kontan. 2020. Kementan Memperkirakan Produksi gula di tahun 2021 mencapai 2,24 juta ton.
Ganeshan, S. 2001. A Guide to the Insect Pests of Sugar Cane in Mauritius. Entomology Department. Mauritius Sugar Industry Research Institute (MSIRI).
Goebel, F.R., E. Achadian and P. Meguire. 2014. The economic impact of sugarcane moth borers in Indonesia. Sugar Technol. 16(4): 405–410.
Indrawanto C, Purwono, Siswanto, M. Syakir, W. Rumini, 2010, Budidaya dan Pasca Panen Tebu, ESKA Media, Jakarta.
Kartohardjono, A. 2011. Penggunaan Musuh Alami Sebagai Komponen Pengendalian Hama Padi Berbasis Ekologi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi. J.Pengembangan Inovasi Pertanian4(1):29-46.
Pawirosemadi, M. 2011. Dasar-dasar Teknologi Budidaya Tebu dan Pengolahan Hasilnya. S. Simoen (Ed.). Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press)
Samoedi, D. 1977. Pengaruh pemberantasan mekanis rogesan terhadap penggerek pucuk dan besar populasi parasit-parasit telurnya. Majalah Perusahaan Gula XII.
Suprianto, Bambang. 2017. Pest Deasease Control And Its Effects On Economic Result of Sugar Cane Plantation. Bandung : FST-UIN Bandung.
Thompson, H.A. 1977. Laporan Peninjauan ke Kebun-kebun Percobaan Proyek Pengembangan Industri Gula. Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta.


