RESPON LAMA PERENDAMAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (Coffea arabika.L)
Keywords:
Bibit Kopi, Zat pengatur Tumbuh, Dosisi PupukAbstract
Salah satu sentra produksi tanaman kopi arabica varietas sigarar utang berada di kabupaten Tapanuli Utara. Jenis kopi tersebut banyak dibudidayakan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dari komoditi tersebut. Permasalahan yang dihadapi petani adalah kuranggnya pengetahuan untuk mendapat sumber bibit kopi. Oleh karenanya perlu dicari pemecahana masalah melalui penelitian dengan judul,”Respon Lama Perendaman Zat Pengatur Tumbuh Giberelin dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabika. L),” Tujuan penelitian mengetahui lama perendaman zat pengatur tumbuh Giberelin dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan pada lokasi pembibitan kopi di lahan kebun percobaan Fak.Pertanian Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli terletak pada ketinggian ± 1.400 m dpl, Ph tanah 5.90. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial sebagai rancangan lingkungannya dengan dua faktor dan ulangan 3 kali, yaitu faktor pertama: lama perendaman zat pengatur tumbuh Giberelin 4 taraf simbol (G) yaitu G0 = biji kopi tanpa perendaman (kontrol), G1 = biji kopi perendaman 5 jam, G2 = biji kopi perendaman 10 jam, G3 = biji kopi perendaman 15 jam dan faktor kedua dosis pupuk NPK 4 taraf simbol (K): K0 = 0 g/tanaman (kontrol), K1 = 3 g/tanaman, K2= 5 gr/tanaman, K3 = 7 g/tanaman. Data diolah dengan ANOVA dan dilanjutkan pada DMRT taraf 5% serta uji regresi menggunakan Software Excel. Parameter yang diamati dan diukur yaitu persentase daya tumbuh (%) biji kopi, tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), panjang akar (cm) dan berat basah tanaman keseluruhan (g). Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman zat pengatur tumbuh Giberelin selama 8 jam (G2) menghasilkan diameter batang bibit kopi (0.56 mm) diikut lama perendaman zat pengatur tumbuh Giberelin selama 11 jam (G3) menghasilkan persentase daya tumbuh biji kopi tertinggi (88.72%). Perlakuan dosis pupuk NPK 7 g/tanaman menghasilkan diameter batang terbesar bibit kopi (0.53 mm). Interaksi kedua perlakuan lama perendaman zat pengatur tumbuh Giberelin selama 15 jam dan diberi dosis pupuk NPK 7 g/tanaman menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (6.48 cm), panjang akar terpanjang (8.97 cm) dan berat basah tanaman keseluruhan (0.42 g).
References
Badan Pusat Statistik. (2019). Kabupaten Tapanuli Utara Dalam Angka, 2019. Tarutung, Badan Pusat Statistik, Kabupaten Tapanuli Utara. Diakses 15 Februari 2022.
Barros, I. D., T. Gaiser., F.M. Lange., V. Römheld. 2007. Mineral Nutrition and Water Use Patterns of a Maize/Cowpea Intercrop on a Highly Acidic Soil of The Tropicsemiarid. Field Crop.
Costa, M.C.G. 2012. Soil and crop responses to lime and fertilizers in a fire-free land use system for smallholdings in the northern Brazilian Amazon
Davies, P. J. 2004. Plant Hormones. Physiology, Biochemistry, and Molecular Biology. Kluwer Academic Publishers dengan Perendaman dalam Larutan Accu Zurr. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Gomez, K.A dan A.A. Gomez, 1984. Statistical Procedures For Agricultural Research2 nd3 Edition, Wiley. Pp.100-104.
Hardjowigeno. S. 2007. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.Diakses 12 Februari 2022.
Heddy, S. 1996. Hormon Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Ichsan, C. N., A. I. Hereri dan L. Budiarti. 2013. Kajian Warna Buah dan Ukuran Benih Terhadap Viabilitas Benih Kopi Arabika (Coffea arabica. L) Varietas Gayo 1. J. Floratek. 8: 110 – 117. Diakses 22 Februari 2022.
Lensari, D. 2009. Pengaruh Pematahan Dormansi Terhadap Kemampuan Perkecambahan Benih Angsana (Pterocarpus indicus Will.). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Primanti. I. S dan O. Haridjaja. 2005. Potensi Pencucian Pupuk Phonska Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bayam Pada Latosol Dengan Kandungan Liat Yang Berbeda. J. Tanah Lingkungan.
Rahardjo, P. (2012). Kopi. Penebar Swadaya Grup. Sutopo 2002. Teknologi Benih, Raja Grafindo Persada Jakarta. Di kutip Dari Jurnal Cut Nur Ichsan, Agam Ihsan Hereri, dan Lina Budiarti (2013):111file:///C:/Users/hp/Downloads/883-1623-1-SM.pdf Diakses Tanggal 11 Januari 2022.
Rachman I. D. 2008. Pengaruh Dosis Bahan Organik dan Pupuk NPK Terhadap Serapan Hara dan Produksi Tanaman Jagung Manis dan Ubi Jalar Di Inceptor Ternate.Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Raule, R Valle Echophysiology of The Cacao Tree. Brazilian Journal of Plant Physiology 19 (4), 425 448, 2007.
. 2017. Kopi Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta. Jakarta. Penebar Swadaya.
Salisbury, F.B and C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Biokimia Tumbuhan, Diakses 25 Februari 2022 Situmeang, D. I. 2017. Identifikasi Pengaruh Komoditi Kopi Terhadap Perkembangan Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada.
Sutejo, M. M dan Kartasapoetra, A. G. (2002). Pupuk dan Pemupukan. Pustaka Buana. Bandu.
Tamin, R.P. 2007. Teknik Perkecambahan Benih Jati (Tectona grandis Linn. F.). Jurnal Agronomi Vol. 11, No, 1, Hal. 7-14, Januari – Juni 2007.
Wattimena, G.A. 2011. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Pusat Antar Universitas. IPB, Bogor. Diakses 25 Januari 2022.
Wu, L., M. Liu, R. Liang. 2008. Preparation and properties of a double-coated slow-release NPK compound fertilizer with superabsorbent and water-retention. Bioresour. Technol. 99:547-554.


