PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI GENOTIPE CABAI BESAR DENGAN PEMBERIAN PUPUK DI LAHAN PASANG SURUT

Authors

  • Billy Hadi Wijaya Universitas IBA Palembang
  • Ummi Kalsum universitas IBA palembang
  • Ruli Joko Purwanto Universitas IBA Palembang
  • Karlin Agustina Universitas IBA Palembang
  • Evriani Mareza Universitas IBA Palembang
  • Yursida Universitas IBA Palembang
  • Arifin Universitas IBA Palembang

Keywords:

Interaksi, pengaruh, rancangan, varietas

Abstract

Rendahnya produktivitas cabai di Indonesia berkaitan dengan sedikitnya varietas berdaya hasil tinggi. Varietas bermutu mempunyai sifat keunggulan yang dapat menghasilkan buah yang berproduksi tinggi dan respons terhadap pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi lima genotipe cabai besar dengan pemberian beberapa jenis pupuk di lahan pasang surut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan lima genotipe cabai besar dan 4 perlakuan pupuk yang berbeda, dengan 3 ulangan. Pengaruh genotipe terhadap peubah tinggi tanaman, tinggi dikotom cabai besar ditunjukkan pada B1. Pengaruh genotipe terhadap peubah panjang buah ditunjukkan pada B8. Pengaruh genotipe terhadap peubah diameter buah ditunjukkan pada B6. Pengaruh genotipe terhadap peubah bobot per 10 buah ditunjukkan pada B10. Pengaruh pupuk terhadap peubah umur mulai berbunga ditunjukkan pada P4.Pengaruh pupuk terhadap peubah bobot buah per tanaman, produktivitas  ditunjukkan pada P2.Pengaruh pupuk terhadap peubah bobot 1000 biji per tanaman  ditunjukkan pada P1 dan P2. Sedangkan pengaruh interaksi terhadap peubah diameter buah ditunjukkan pada B6P4. Pengaruh interaksi terhadap bobot buah per tanaman ditunjukkan pada B8P3. Berdasarkan penelitian kelima genotipe cabai besar tersebut mempunyai daya adaptif yang baik ditanam lahan pasang pasang surut.

References

Agustin. 2012. Inokulasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan pemupukan P untuk meningkatkan hasil dan mutu benih cabai. J. Argon. Indonesia 38:218-224.

Andriani, R. 2018. Pengaruh Bentuk Senyawa Nitrogen Terhadap Perkembangan Generatif dan Produktivitas Cabai Merah (Capsicum annum L). Skripsi. Institut Teknologi Bandung

Astuti, E. P. 2016. Keragaan Genotipe F4 Cabai (Capsicum annuum L.) dan Pendugaan Nilai Heritabilitas Serta Evaluasi Kemajuan Genetik Beberapa Karakter Agronomi. Institut Pertanian Bogor. Skripsi.

Djarwaningsih, T. 2013. Capsicum spp. (Cabai): Asal, Persebaran dan Nilai Ekonomi [Review]. Biodiversitas, 6 (4):292-296.

Dwidjosepoetro, D. 2016. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gramedia, Jakarta

Febriana. 2019. Evaluasi Karakter Morfologi dan Daya Hasil 11 Galur Cabai (Capicum annuum L.) Introduksi Avrdc di Kebun Percobaan IPB Tajur.

Galingging, R.Y. 2013. Evaluasi pertumbuhan 15 aksesi dataran rendah dilahan pasang surut Kalimantan Tengah. Agupura 7:973-941.

Hardjowigeno, S. 2017. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo. 296 halaman.

Hayati, L., D. Pramesti, 2012. Penggunaan kompos aktif trichoderma harzianum dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai. Jurnal Fakultas Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang11-17.

Indrianti, T.R. 2019. Pengaruh dosis pupuk organik dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan serta hasil tumpangsari kedelai (Glycine max L.) dan jagung (Zea mays L.). Tesis Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret.

Lakitan, B. 2017. Dasar-Dasar Fisiologi tumbuhan. Radja Grafindo Persada Jakarta.

Lingga, P. 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lingga. P dan Marsono, 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Mareza, E., Agustina, K., Yursida, dan Syukur, M. 2021. Keragaan Agronomi Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) IPB dilahan Pasang Surut Sumatera Selatan. Jurnal Agronomi Indonesia, 49 (2) : 169-176, https://dx.doi. Org/10.24831/jalv 491236005.

Marsono dan P. Sigit. 2015. Pupuk Akar. Penebar Swadaya. Jakarta. 96 hlm

Meirina, T., S Darmanti dan S Haryanti. 2017. Produktivitas Kedelai (Glycine max (L.) Merril var. Lokon) yang diperlakukan dengan Pupuk Organik Cair Lengkap pada Dosis dan Waktu Pemupukan yang berbeda. Jurusan Biologi MIPA UNDIP. Semarang. Hal 1-14.

Nugroho, B., 2012. Petunjuk Penggunaan Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta

Prajnanta, F. 2013. Pemeliharaan Tanaman Budidaya Secara Intensif dan Kiat Sukses Beragribisnis. Penebar swadaya. Bogor. 163 hlm.

Prawiranata, W. Said H. dan Tjondronegoro P. 2012. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan Jilid II. Departemen Botani Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid II. (diterjemahkan dari: Plant Physiology, 4th edition, penterjemah: D.R. Lukman dan Sumaryono). Penerbit Institut Teknologi Bandung. Bandung. 173 hal

Sarief. 2016. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.Journal Agroland, 3 (16): 43-47.

Sujiprihati, S.,R. Yuniarti., M. Syukur dan Endang. 2012. Pendugaan nilai heterosis dan daya gabung beberapa komponen hasil pada persilangan penuh enam genotipe cabai (Capsicum annuum L.) Buletin Agron. 35 (1) : 28-35.

Sumarwoto, W. 2018. Pertumbuhan dan Hasil Elephant Food Yam (Amorphopallus muelleri Blume) Periode Tumbuh Pertama pada Berbagai Dosis Pupuk N dan K. Agrivita 30:29-37.

Sutedjo, M. M. (2012). Pupuk Dan Cara Penggunaan. Rineka Cipta. Jakarta.

Sutejo, R. 2012. Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Kanisius, Yogyakarta. 172 hlm.

Syarif, E.S. 2016. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.

Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 2015. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. hal 24.

Syukur, M., S. Sujiprihati dan R. Yunianti. 2015. Teknik Pemuliaan Tanaman.Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Bogor.

Syukur, M., S. Sujiprihati, J. Koswara, dan Widodo. 2015. Pewarisan ketahanan cabai (Capsicum annum L.) terhadap antraknosa yang disebabkan oleh Collectrichum acuatum. Buletin Agron. 35(2):112:117.

Syukur, M., Sujiprihati dan R. Yuniarti.2016. Teknik Pemuliaan Tanaman Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Syukur, M., Sujiprihati, R. Yuniarti, DA Kusumah. 2016. Evaluasi daya hasil cabai hibrida dan daya adaptasinya di empat lokasi dalam dua tahun. J. Agron. Indonesia. 39(1): 43-51.

Zubachtirodin, M. S. P. dan Subandi. 2017. Wilayah Produksi dan Potensi Pengembangan Jagung. Dalam Sumarno, et.al. (Editor). Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan: 464-473. Puslitbang Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian. Bogor.

Downloads

Published

2022-12-31

How to Cite

Wijaya, B. H. ., Kalsum, U., Purwanto, R. J. ., Agustina, K. ., Mareza, E. ., Yursida, & Arifin. (2022). PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI GENOTIPE CABAI BESAR DENGAN PEMBERIAN PUPUK DI LAHAN PASANG SURUT. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi, 10(05), 286-300. Retrieved from http://ejournal.iocscience.org/index.php/Fruitset/article/view/3429