Main Article Content

Jenni Susi Sihite
Syahrul Khairati
Friska Apriani Sihombing
Shelly Marselina Simatupang
Puspita Sari

Abstract

Nyamuk merupakan vektor utama beberapa penyakit, seperti DBD (Demam Berdarah Dengue), malaria, yellow fever, dan chikungunya. Nyamuk penular (vektor) penyakit DBD yang penting adalah Aedes aegypti, Aedes albopictus dan Aedes scutellaris, sampai saat ini yang menjadi vektor utama di Indonesia dari penyakit DBD adalah Aedes aegypti, dan sampai sekarang belum ditemukan obat maupun vaksinnya (Fathi dan Chatarina, 2005). Demam berdarah merupakan penyakit yang banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Demam Dengue atau lebih dikenal Demam Berdarah Dengue (DBD) pertama kali dikenal di Indonesia pada tahun 1968 di Surabaya dan Jakarta (KemenKes RI, 2012). Jumlah kasus DBD cenderung meningkat dari tahun 1986-2015, faktor pemicu salah satunya merupakan pertambahan jumlah penduduk dan mobilitas penduduk (KemenKes RI, 2016).

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sihite, J. S., Syahrul Khairati, Friska Apriani Sihombing, Shelly Marselina Simatupang, & Puspita Sari. (2020). Penanaman Bunga Lavender Untuk Pencegahan Malaria Pada ibu Hamil Tahun 2020. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 3(2, Nopembe), 211-219. Retrieved from http://ejournal.iocscience.org/index.php/abdimas/article/view/2446
References
Abdillah, A.C. 2004.Membasmi Aedes Aegypti dengan Ekstrak Serai.Suplemen Hikmah Edisi Minggu, 07 Maret 2004
Agustian E, A. Sulaswatty, Tasrif, J.A. Laksmono dan Indri Badria Adilina G. 2007.“Pemisahan sitronellal dari minyak sereh wangimenggunakan unit fraksionasi skala bench”.Journal Teknik.Industri.Pert. Vol 17 (2), Hal 4953
Anggraeni, D.S. 2011. Stop Demam Berdarah Dengue. Bogor: Bogor Publishing. Akhila, A. (ed). 2010. Essential Oil-Bearing Grasses: The Genus of Cymbopogon.Boca Raton: CRC Press