Main Article Content

Devi Kristina
Meiyati Simatupang
Rumiris Simatupang
Novita Silaban
Dora Lola

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah dan selalu disertai dengan komplikasi.Dampak yang paling umum ditimbulkan adalah timbul ulkus, gangren, dan penyembuhan luka yang lambat akibat sirkulasi darah yang buruk pada ekstermitas.Penyembuhan luka ulkus diabetes melitus harus dilakukan denganperawatan luka yang benar agar terhindar dari infeksi. Saat ini teknik perawatan luka telah banyak berkembang, dimanaperawatan luka sudah menggunakan balutan modern atau lebih dikenaldengan modern dressing. Perawatan luka modern ada tiga tahap yaitumencuci luka, membersihkan jaringan mati dan memilih balutan yangtepat.Dalam proses pencucian luka sangatlah pentingkarena juga mempengaruhi proses penyembuhan luka. Selama inipencucian luka yang dilakukan di rumah sakit menggunakan cairan NaCl0,9% saja. Melihat kondisi ini maka perlu dikembangkannya obat daribahan alam untuk perawatan luka yang aman dan relatif lebih ekonomis.Penggunaan berbagai jenis tumbuhan untuk perawatan luka telahdilakukan dan menjadi alternatif pilihan salah satunya adalah daun sirihmerah.Daun sirih merah mengandung flavonoid dimana flavonoid bersifatsebagai anti diabetik, dan anti bakteri, senyawa saponin yang terdapatdalam daun sirih merah berfungsi untuk memacu pembentukan kolagendan berperan dalam proses penyembuhan luka, senyawa alkaloid yangberperan sebagai antineoplastik yang menghambat pertumbuhan sel-selkanker.Menurut penelitian yang di lakukan oleh Nuh Huda dan HendroJoko (2014) di dapatkan hasil akhir bahwa daun sirih merah lebihsignifikan dibandingkan NaCl 0,9%. Penggunaan daun sirih merahternyata lebih baik dalam proses mempercepat granulasi pada luka gangrenedibandingkan dengan NaCl 0,9%..

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Kristina, D., Meiyati Simatupang, Simatupang, R., Novita Silaban, & Dora Lola. (2019). Daun Sirih Merah Sebagai Antiseptik Dalam Perawatan Luka Kaki Diabetik. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 2(2, Nopembe), 74-81. https://doi.org/10.35335/abdimas.v2i2, Nopembe.2463
References
Anggeriani, R., & Lamdayani, R. (2018). Efektifitas Pemberian Air Daun Sirih(Piper Betle L) Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Perineum Pada IbuPost Partum. Akademi Kebidanan Abdurahman Palembang, 9, 80–87.
Dr. I Nyoman Ehrich Lister, dr., M.Kes., AIFM., A.-K. (1377). Daun Sirih Merah
Manfaat Untuk Kesahatan. Unpri Press.Fadlilah, M. (2015). Benefit of Red Betel ( Piper Crocatum Ruiz & Pav .) AsAntibiotics. | Benefit of Red Betel (Piper crocatum Ruiz & Pav.) asAntibiotics, 4, 71–75.
Fimani, A. (2010). Pengaruh pemberian infusa daun sirih merah (piper cf.fragile, benth) secara topical terhadap penyembuhan luka pada tikus putihjantan yang dibuat diabetes
Handayani, L. T. (2016). Studi Meta Analisis Perawatan Luka Kaki DiabetesDengan Modern Dresing.The Indonesian Journal Of Health Science, 6(2),149–159.
Huda, N., & Joko, H. (2014). Perbandingan Pencucian Menggunakan Daun SirihDengan Larutan NaCl 0,9% Terhadap Proses Penyembuhan Luka PadaPasien DM Ganggren Di RSUD Soewandhie Surabaya. Jurnal IlmiahKeperawatan, 7(October), 608.
Moerfiah, & Supomo, F. D. S. (2011). Pengaruh ekstrak daun sirih merah (Piper
cf. fragile Benth.) terhadap bakteri penyebab sakit gigi. Ekologia, 11(1), 30–35.
Parkeni. (2019). Pedoman Pemantauan Glukosa Darah Mandiri. PerkumpulanEndokrinologi Indonesia, 28 halaman.
Pashar, I., Armiyanti, Y., & Pranata, S. (2018). Kombinasi Larutan NaCl 0 . 9 %Dan Terhadap Proses Penyembuhan. Jurnal Luka Indonesia, Vol. 4(2)(Juni –September 2018), 62.
Purwaningsih, I., Sulistyowati, E., & Istiqomah, I. (2016). Efektifitas cleansinginfusa daun sirih merah (piper crocatum) terhadap penyembuhan luka kakidiabetes pada tikus putih yang di induksi aloksan. Resma, 3(2), 13–22.
R.B Edy Haryadi. (2010). Daya anti bakteri ekstrak daun sirih (piper bitle) dandaun sirih merah (piper crocatum) terhadap pertumbuhan bakteristaphilococcus aureus secara invitro sebagai materi praktikum mikrobiologi.Unversitas Malang.
Reveny, J. (2011). Daya Antimikroba Ekstrak dan Fraksi Daun Sirih Merah (Piper betle Linn .) Antimicrobial Activity of the Extract and Fraction of RedBetel Leaf ( Piper betle Linn .). Jurnal ILMU DASAR, 12, 6–12.
Roza, R. L., Afriant, R., & Edward, Z. (2015). Faktor Risiko Terjadinya Ulkus
Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus yang Dirawat Jalan dan Inap diRSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang. Jurnal Kesehatan Andalas,4(1), 243–248.
Sari. (2015). Perawatan Luka Diabetik : Berdasarkan Konsep Manajemen LukaModern dan Penelitian Terkini (cetakan pe). Graha Ilmu.
Sari, Y. O., Almasdy, D., & Fatimah, A. (2018). Evaluasi Penggunaan AntibiotikPada Pasien Ulkus Diabetikum di Instalasi Rawat Inap (IRNA) PenyakitDalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 5(2),102.