Main Article Content

Meiyati Simatupang
Augustianny Situmeang
Mery Andani
Mayana Aritonang

Abstract

Filariasis atau yang lebih dikenal juga dengan penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini dapatmenimbulkan cacat seumur hidup berupa pembesaran tangan, kaki, payudara, dan buah zakar. Cacing filaria hidup di saluran dan kelenjar getah bening. Infeksicacing filaria dapat menyebabkan gejala klinis akut dan atau kronik (Depkes RI 2005). Dengan memanfaatkan pemberian air kelapa hijau untuk pengobatan filariasis dapat menurunkan angka penyakit filariasis.  Air kelapa hijau mengandung kalsium dan magnesium yang kurang dari 5% dari jumlah kalsium dan magnesium yang direkomendasikan sehingga memberikan banyak manfaat baik untuk kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Simatupang, M., Augustianny Situmeang, Mery Andani, & Mayana Aritonang. (2019). Pemanfaatan Rebusan Daun Pepaya dan Air Kelapa Hijau Terhadap Pengobatan Filariasis Di Desa Parjalihotan Kecamatan Pinangsori Tahun 2019. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 2(2, Nopembe), 82-91. https://doi.org/10.35335/abdimas.v2i2, Nopembe.2464
References
Cook, G. Mansons Tropical Disease : Filariasis, 17th ed. 84: 1477-1492. 2009 2.
Pusdatin Kemenkes. Filariasis di Indonesia. Buletin Jendela Epidemiologi 2010;p.1
Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes, Rencana Nasional Program Akselerasi Eliminasi Filariasis. Jakarta; 2010 4.
Anggithaya MG, Narahari SR, Vayalil S, Shefuvan M, Jacob NK, Sushma KV. Self Care Integrative Treatment Demonstrated in Rural Community Setting Improves Health Related Quality of Life of Lymphatic Filariasis Patients in Endemic Villages. Acta Trop. 2013;126(3). 198-204
Depkes RI. Pedoman Program Eliminasi Filariasis di Indonesia. Dirjen PP&PL. 2009.
Agustiantiningsih D. Praktik Pencegahan Filariasis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2013;
8(2):113-20.
Astuti, EP. Ipa M, Wahono T, Ruliansyah A. Analisis Perilaku Masyarakat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Filariasis di Tiga Desa Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Tahun 2013. Loka Litbang P2B2 Ciamis, 2014.
Widayanti T. Berbagai Faktor Pejamu dan Lingkungan yang Berpengaruh terhadap Minum Obat Pencegahan Filariasis (Daerah Endemis Kota Pekalongan). 2014
Oemijati, Sri. Masalah dalam Pemberantasan Filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokteran 64: 7-10. 1990
Lameshow, S, Hosmer D, Klar J. Besar Sampel dalam penelitian kesehatan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. 1997
Wahyono TYM. Epidemiologi Filariasis di Indonesia. Jakarta. Kemenkes RI, 2010.
Kementrian Kesehatan RI. (2010a).Rencana Nasional Program Akselerasi Eliminasi Filariasis di Indonesia. Jakarta: Subdit Filariasis dan Schistomiasis Ditjen PP & PL.
Wahyono TYM. Epidemiologi FIlariasis di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI, 2010 2087-1546.
Dinas Kesehatan Kota Padang. Laporan Kejadian Penyakit Filariasis Kota Padang 2015.Kota Padang: Dinas Kesehatan Kota Padang.
Departemen Kesehatan RI. (2006a).Epidemiologi Filariasis. Jakarta: Ditjen PP & PL Depkes RI.
Nasrin. Faktor-Faktor Lingkungab Perilaku Yang Berhubungan Dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Bangka Barat. Semarang: Universitas Diponegoro; 2008.
Haryuningtyas Dyah S dan Didik T Subekti. Dinamika Filariasis Indonesia. Bogor: Balai Penelitian Veteriner.
uriastuti P. Faktor Risiko Kejadian Filariasis di Kelurahan Jati Sampurna. Jurnal Makara Kesehatan; 2010.
Uloli S, Sumarni RAnalisis Faktor-Faktor Risiko Kejadian Filariasis di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Universitas Gadjah Mada; 2012
Uloli S, Sumarni R. Analisis Faktor-Faktor Risiko Kejadian Filariasis. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat (BKM); 2012
Andriani, 2017 ,Pertumbuhan Ekonomi dan Pengaruh terhadap tingkat pendidikan di Kota Padang tahun 2016. Universitas Negeri Padang, Padang
Subdit filariasis & schistomiasis Direktorat p2b2, ditjen pp&pl Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana Nasional Program Akselerasi Eliminasi Filariasis di Indonesia. 2010
Departemen Kesehatan RI. Pedoman Program Eliminasi Filariasis Di Indonesia, Jakarta. 2009.
Rizky Amelia. Analisis faktor resiko kejadian filariasis. Jurnal. 2014
Santoso dkk. Kepatuhan masyarakat terhadap pengobatan massal filariasis di kabupaten belitung timur tahun 2008. Jurnal. 2008.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal Filariasis (Penyakit Kaki Gajah). 2009.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Epidemiologi Filariasis. Jakarta.
Herdiman T. Pohan. 2007. Filariasis. Edisi 4. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Isrin Ilyas. 1990. Program Pemberantasan Filaria di Indonesia. Jakarta : PT Midas Surya Grafindo.
Tri Yunis Miko Wahyono. 2010. Epidemiologi Deskriptif Filariasis di Indonesia. Jakarta
Arsin, A. Arsunan. (2016). Epidemiologi Filariasis di Indonesia. Makassar: Massagena Press.
Lismayanti, Lilis dkk. (2013). Pengalaman Hidup Orang Terinfeksi Filariasis.