Study of functionalism in the art of Reog Singo Budoyo
DOI:
https://doi.org/10.35335/cendikia.v13i3.3448Keywords:
Aesthetics, Educationc, Functionalism, Reyog, SymbolsAbstract
Reyog Singo Budoyo in this study of functionalism provides a point of view that art can grow and develop due to the needs of the surrounding community. This art has many functions and uses that make its existence continue to be maintained. Through these problems, this research was conducted using a qualitative descriptive research method. The object of this research is Reyog Singo Budoyo in the study of the function of symbols, education, social, politics, and aesthetics.
References
Achmadi, A. (2012). Reog Ponorogo dalam Tinjauan Aksiologi Relevansinya dengan Pembangunan Karakter Bangsa.
Afnal, M. S. (2019). Analisis Koreografi Tari Ketimang Burong Suku Sawang. Joged, 13(1), 59–72.
arsan shanie, totok sumaryanto. (2017). Busana Aesan Gede dan Ragam Hiasnya sebagai Ekspresi Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Palembang. Catharsis, 6(1), 49–56.
Aysa, I. R. (2020). Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Era Digital. Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah2, 2(2), 121–138.
Fatrina, N. Y., & Stevenson, Y. (2018). Perubahan Dan Keberlanjutan Tari Balanse Madam Di Lingkungan Masyarakat Nias Padang. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 33(1), 93–103.
Gunawan, I. (2018). Seni dan Transformasi. Jurnal Seni Rupa Warna, 6(2), 1.
Indriyani, P. D. (n.d.). LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN SENI DALAM PROBLEMATIKA PENDIDIKAN.
Indriyani, P. D. (2019). Catharsis?: Journal of Arts Education The Puppet Thimplong?: Assessment Form Performance and Values of Local Wisdom for Nganjuk Citizen. 8(1), 89–94.
Jaya, L., Sumatera, S., Anggraini, E., & Cahyono, A. (2018). Forms of Show Kuda Lumping Ronggo Budoyo in The Village of. Catharsis?: Journal of Arts Education, 7(1), 11–22.
Koentjaningrat. (1994). Kebudayaan Jawa (Cetakan Ke). Balai Pustaka.
Njatrijani, R. (2018). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. Gema Keadilan, 5(1), 16–31.
Noventin Maghdalena, D., Suryadi, & Puspita, Y. (2019). Analisis Estetik Karya Seni Lukis Moel Soenarko yang Bertema Heritage. Jurnal Seni Dan Desain, 1(2), 9–23.
Pratiknjo, M. H. (2019). Identitas Dan Bentuk-Bentuk Budaya Lokal Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud Di Daerah Perbatasan Indonesia- Filipina. 1, 29–39.
Sari, R. K. (2017). Representasi Perempuan dalam Pertunjukan “Semi Masa”: Sebuah Kajian tari Karya Alfiyanto. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 2(2), 165–182.
Semasa, I. G. N. (2019). Wayang Sebagai Media Komunikasi Simbolik Perilaku Manusia dalam Praktik Budaya dan Agama di Bali. Jurnal Mudra, 34(1), 80–86.
Soedarsono. (2003). Seni Pertunjukan Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi. Gadjah Mada University Press.
Sudarma, I. P. (2017). Pertunjukan Tari Babuang Pada Piodalan Bhatara Dalem Pingit , Di Desa Pengotan Kabupaten Bangli. Mudra, 32(1), 21–29.
Sunardi, Kuwato, & Sudarsono. (2018). Karya Cipta Pertunjukan Wayang Perjuangan sebagai Penguatan Pendidikan Bela Negara. Jurnal Mudra, 33(2), 232–241.
Sundari, R., Prawira, N. G., & Santosa, H. (2020). Analisis Estetik Seni Lukis Kolase Landscape Karya Budi Irawan. Jurnal Irama, 2(1), 13–23.
Wagiran. (2011). Pengembangan Model Pendidikan Kearifan Lokal dalam Mendukung Visi Pembangunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2020 (Tahun Kedua). Jurnal Penelitian Dan Pengembangan, 3(3), 85–100. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132297916/penelitian/Pendidikan+kearifan+lokal.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Putri Dyah Indriyani, Rusmaniah, Dedy Ary Nugroho, Sherlu Nur Hikmah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


