Sinandong Local Wisdom Tanjungbalai Malay Oral Traditions: Literary Anthropology Approach
DOI:
https://doi.org/10.35335/geneus.v9i1.2142Kata Kunci:
local wisdom, sinandong, oral tradition, Tanjungbalai Malay, literary anthropologyAbstrak
The sinandong oral tradition has lost its support because people rarely use this tradition. The tradition of bersinandong is currently only used at night ceremonies which are initiated in Malay traditional marriage ceremonies and as entertainment in shells party ceremonies and swinging children. Therefore, researchers are interested in raising this hum as research material so that the public can get to know it better. The writing of this thesis was done to describe the local wisdom contained in the Tanjungbalai Malay oral tradition synandong. To achieve this goal, the researcher uses literary anthropology theory. The data analysis technique was carried out by descriptive analysis. Local wisdom contained in the Sinandong oral tradition of Tanjungbalai Malay, namely hard work, education, health.
Referensi
Bungin, Burhan. 2010. Penelitian Kualitatif (Komuniasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya). Jakarta: Predana Media Group
Craib, I. 1994. Teori-Teori Sosial Modern: dari Parsons sampai Habermas. Terjemahan Paul S. Baut dan T. Effendi.
Jakarta: Rajawali.
Dewi, Rospita Sari. 2015. “Representasi Nilai-Nilai Sosial dan Budaya dalam Sinandong Asahan di Batubara”. (Tesis).
Medan: Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Muslim Nusantara.
Erwany, Lela. 2012. “Strukturalisme „Dadong? Senandung Asahan Tanjung Balai” dalam Bahtera,Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume IV. Medan: FKIP UMSU
Erwany, Lela. 2013. “Citra Arketipe Senandung Hiburan dalam Sinandong Asahan Melayu Batubara” dalam Bahtera,Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume VI. Medan: FKIP UMSU
Fang, Liaw Yock. 1991. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jilid I dan II. Jakarta: Erlangga. http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tanjungbalaidiunduh pada tanggal 6 April 2017 http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-kerukunan.html diunduh pada tanggal 26 Juli 2017 Maha, Rahim. 2002. Cerita Rakyat Tanjungbalai dan Sekitarnya Tentang Kisah Asal Mula Lagu: Didong, Senandung,
Aloban Condong, Beserta Tari: Gobang dan Patam-Patam. Tanjungbalai: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungbalai
Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Moleong, Lexy J. 2016. Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nor, Wan Daud. 1991. Penjelasan Budaya Ilmu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia.
Osman, Mohd. Taib. 1986. Warisan Puisi Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Peursen, van C.A. 1998. Strategi Kebudayaan. Jakarta: Kanisius.
Rachmatullah, Asep. 2010. Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Logung Pustaka.
Ratna, Yoman Khuta. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ratna, Yoman Khuta. 2011. Antropologi Sastra, Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sagala, Syaiful. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sahril. 2005. “Senandung Sebagai Pentas Sastra, Eksplorasi Puisi Lisan: Suatu Tinjauan Etnopuitika” dalam Medan Makna. Balai Bahasa.
Sahril. 2007. “Senandung dan Estetika Melayu” dalam Medan Makna. Medan: Balai Bahasa.
Sibarani, Robert. 2012. Kearifan Lokal, Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Sigit, Soehardi. 2003. Pengantar Metodologi Penelitian Sosial-Bisnis-Manajemen. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
Sinar, Tengku Silvana. 2011. Kearifan Lokal Berpantun dalam Perkawinan Adat Melayu Batubara. Medan: USU Press. Suseno, Franz Magnis. 1991. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafati Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: PT
Gramedia
Tim Redaksi Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Wellek, Rene, Austin Warren. 1989. Teori Kesusastraan. Penerjemah Melani Budianta. Jakarta: Gramedia. Yuwono, Untung. 2007. Gerbang Sastra Indonesia Klasik.Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
